slider-6-hal-positif-yang-anak-anak-pelajari-dengan-bermain-video-game

6 Hal Positif Yang Anak-Anak Pelajari Dengan Bermain Video Game

 

Anak-anak yang bermain video games tidak selalu berdampak negatif. Sebagaimana kita ketahui di era digital ini video games menjadi bagian dari kehidupan anak-anak. Tugas kita sebagai orang tua dan pendidik untuk membimbing dan mengawasi anak-anak agar mereka mendapatkan nilai-nilai yang positif dalam hal apa pun yang mereka kerjakan.

Berikut ini adalah 6 hal positif yang anak-anak pelajari dengan bermain video games. Ditulis dari berbagai sumber dan dari pengalaman sebagai orang tua.

 

Berpikir Strategis

Video games yang selalu menarik untuk anak-anak tidak saja menghibur, namun juga mengajak anak-anak berpikir strategis.

Saat bermain game Plants vs Zombies dari awal permainan anak-anak sudah dituntut untuk berpikir strategis, seperti memilih Plants apa saja yang digunakan di dalam Slots untuk menghadapi Zombies. Karena tiap-tiap Plant memiliki karakter masing-masing, untuk menyerang, bertahan atau untuk menghasilkan matahari untuk menanam Plant yang lain.

Saat bermain video games menuntut anak-anak berpikir cepat dan berani mengambil keputusan. Dan setiap keputusan yang mereka ambil akan disertai dengan konsekuensi berupa berhasil atau gagal memenangi atau menyelesaikan level dari permainan.

Berpikir strategis, berani mengambil keputusan dan menerima konsekuensi dari keputusan adalah hal-hal yang sangat dibutuhkan untuk anak-anak di dunia nyata. Dan anak-anak dapat segera mempelajari hal-hal tersebut di video games dengan resiko yang relatif tidak ada. Sama seperti memainkan game balap mobil atau racing car tanpa khawatir anak-anak akan mengalami resiko kecelakaan mobil.

 

Memecahkan Masalah

Video game dibangun dengan kesulitan yang harus dihadapi pemainnya. Setiap level dari video games dibangun dengan tingkat kesulitan yang bertahap. Anak-Anak yang bermain video games akan selalu menemukan masalah yang perlu mereka atasi atau pecahkan, untuk memenangkan atau menyelesaikan setiap level dari video games yang mereka mainkan.

Saat bermain game Angry Birds, di level awal kita menggunakan Red Bird dan menghadapi Green Pig dengan konstruksi bangunan yang mudah dihancurkan. Kemudian kita berlanjut membutuhkan Squadron Blue Bird saat menghadapi konstruksi bangunan yang menggunakan kaca.

Memecahkan masalah membutuhkan informasi sebagai bahan untuk mengambil keputusan. Beberapa video games mendorong anak-anak membaca dan meneliti untuk menetapkan strategi untuk mengatasi kesulitan di setiap level, terutama level yang sangat sulit.

Video games seperti Age of Empires memuat sejarah yang perlu dibaca oleh mereka yang memainkannya. Tentunya akan lebih mudah meminta anak-anak bermain video games dari pada membaca buku sejarah.

 

Membangun Kreatifitas

Memecahkan masalah dengan berpikir strategis membutuhkan kreatifitas. Hal ini seperti satu paket yang perlu anak-anak lakukan saat bermain video games. Mulai dari pemilihan karakter, dimana yang masing-masing karakter memiliki variabel kekuatan dan kelemahan, kostum yang digunakan, perlengkapan yang dipakai dan memberikan nama karakter, membutuhkan kreatifitas dan imajinasi terkait hal-hal yang mereka perlukan pada saat menjalankan misi di dalam video games.

Di game Aikatsu kita memilih karakter dan memainkan dengan 4 Aikatsu Card untuk Tops (Atasan), Bottoms (Bawahan), Shoes (Sepatu) dan Accessory (Aksesoris). Dengan menggunakan 4 kartu ini, seperti menjadi seorang idol pemain dapat memakai pakaian (atasan dan bawahan) serta sepatu seperti yang tergambar pada kartu. Setelah itu pemain mengikuti audisi dengan menyamakan ritme sesuai petunjuk yang tampil pada layar game.

Permainana seperti Aikatsu memberikan kesempatan kreatif untuk anak-anak bebas mengekspresikan dirinya tanpa takut terhadap reaksi sosial sekitarnya.

 

Membangun Kemampuan Bersosial

Video games online yang dikembangkan saat ini membuat anak-anak dapat bermain bersama-sama. Saat bermain bersama-sama anak-anak berinteraksi dan bekerja sama satu dengan yang lain. Mereka bersosial untuk bertanya, untuk chatting, atau untuk bertukar item game.

Beberapa video games online dimainkan dengan berkelompok, disini dibutuhkan kerja sama, diskusi dan memimpin yang lain dalam hal membangun strategi untuk memenangkan level permainan atau untuk memenangkan game dari kelompok yang lain.

Video games juga menjadi topik pembicaraan yang digunakan anak-anak saat berbicara dan bersosial dengan teman-teman mereka di sekolah atau di rumah. Beberapa anak yang hebat bermain video game menjadi ‘guru’ tempat bertanya. Bagaimana di game tersebut berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, atau mengumpulkan item tertentu yang dibutuhkan, atau bagaimana menggunakan item-item tersebut untuk membuatmu memenangkan game. Mengajarkan anak lain untuk memecahkan level di game membuat anak-anak membangun kemampuan sosial dan komunikasi, dan juga untuk sabar saat mengajarkan temannya.

 

Membangun Kemampuan Memimpin

Di studi yang dilakukan oleh Nick Yee di Palo Alto Research Center, anak-anak yang bermain games online berkelompok mereka merasa mendapatkan kemampuan memimpin, seperti mengajak dan mengarahkan teman, memotivasi teman, dan kemampuan untuk mengatasi perselisihan atau perbedaan pendapat.

Online multi player games memberikan kesempatan langkah kepada anak-anak untuk berpartisipasi, dan terkadang memimpin orang-orang yang berbeda umur dan latar belakang. Dan disini tidak ada yang mempersoalkan usia, selama mereka dapat memimpin kelompoknya untuk memenangkan permainan, mereka boleh memimpin yang lain.

 

Belajar Berkompetisi

Anak-anak suka bermain video games untuk berkompetisi dan menang. Di sini semangat kompetisi dibangun untuk berusaha memberikan upaya terbaik untuk menang saat bertanding dengan teman-temannya.

dampak-positif-video-game-untuk-anak-anak

Hasil menang atau kalah dalam video games mengajarkan anak-anak menerimanya dengan iklas. Dimana kemenangan sebagai hadiah dari upaya memberikan yang terbaik, dan kekalahan membuat mereka tidak mudah menyerah, berpikir strategis untuk menang dan mencoba lagi. Ini adalah hal-hal yang positif yang anak-anak peroleh di kompetisi dalam video games.

Video games adalah tempat yang aman untuk anak-anak berkompetisi dengan sehat, dan menempatkan semua pemain pada posisinya yang sama. Disini anak-anak yang tidak terlalu terampil dalam pelajaran olah raga memiliki kesempatan untuk cemerlang di sport game atau game olah raga.

Kesimpulan

Bermain video games sangat menyenangkan untuk anak-anak, namun nilai yang terkandung dari video games adalah tahapan bermain dan eksplorasi sebagai sebuah model pendekatan dari pemecahan masalah dengan taruhan emosi yang rendah jika anak-anak mengalami kegagalan.

Sebaliknya pendidikan modern berkisar pada jawaban benar dan salah. Jenis pembelajaran ini mungkin sesuai dalam beberapa kasus, seperti jika seorang anak harus mengingat “nama ibu kota sebuah negara”. Metode pembelajaran itu penting, namun hanya membawa Anda sejauh itu, dan tidak bisa menembus sesuatu yang lebih canggih lagi seperti “bagaimana geografi membentuk budaya penduduknya?”

Video games disisi lain menumbuhkan jiwa pemecahan masalah (problem-solving). Dengan struktur yang tepat video game menarik minat anak-anak untuk melakukan eksplorasi aktif yang mendalam, untuk setiap pertanyaan dan jawabannya.

Orang tua atau pendidik yang terlibat dan ikut bermain video game bersama anak-anak akan mendapat hasil yang maksimal dari perhatian, bimbingan untuk anak-anak mengeksplorasi game terkait dengan nilai-nilai positif yang mereka butuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengaturan waktu yang baik akan membuat anak-anak memiliki pembagian waktu yang baik untuk bermain video games, belajar dan bermain di luar rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *