How do you feel today?

Di Parent Meeting di Sekolah anak saya ada sesuatu yang menarik yang ingin saya bagikan disini.

Saat School Director berbicara dia bertanya:

“Apa yang Bapak dan Ibu tanyakan sebelum anak Anda tidur di malam hari ? “

 

Kemudian beberapa orang tua dengan sukarela menyampaikan:

“Apakah sudah cuci tangan dan kaki ? “

“Apakah sudah gosok gigi ? “

“Apakah sudah berdoa ? “

 

Kemudian School Director melanjutkan,

“Apakah Bapak dan Ibu menanyakan: Apa perasaan mu hari ini ? “

“How do you feel today ? “

 

Penting untuk mengajarkan anak-anak untuk mengenal perasaannya, supaya anak-anak mengerti dan memahami perasaannya sendiri. Agar anak-anak memiliki keterampilan emosional yang sangat menunjang keberhasilan belajar dan berinteraksi secara sosial.

Di kutip dari http://www.casel.org, keterampilan sosial dan emosional sangat diperlukan untuk anak-anak menjadi murid yang baik dan berhasil di Sekolah, bahkan di lingkungan masyarakat.

Untuk itulah diperlukan SEL (Social Emotional Learning) , yaitu proses pembelajaran sosial dan emosional. Dengan SEL anak-anak dan orang dewasa memperoleh dan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan untuk memahami dan mengelola emosi. Di sini dibangun kondisi lingkungan yang positif, dimana murid-murid, guru-guru dan segenap civitas Sekolah menetapkan tujuan yang positif dalam membangun rasa hormat dan menunjukkan empati terhadap orang lain.

Dengan SEL anak-anak diajarkan bagaimana membangun dan memelihara hubungan yang positif, sehingga anak-anak dapat terbiasa membuat keputusan yang bertanggung jawab terhadap dirinya dan orang lain.

Jadi Ayah dan Ibu, malam ini sebelum anak Anda tidur coba tanyakan apa yang dirasakannya hari ini, bisa saja Anda akan mendapat kejutan dari jawabannya.

Kemudian jalin komunikasi yang lebih mendalam dengan menanyakan kenapa ia merasa sedih, marah, atau gembira; maka anak akan bercerita lebih lanjut dengan pengalamannya hari ini yang membuat ia merasa sedih, marah, atau gembira itu. Dari sini kita bisa mendapat banyak hal. Kita bisa mendapat sudut pandang anak (point of view) yang kadang tidak kita sadari sebagai orang dewasa yang berfikir logis. Kita mendapat pengertian dari kepribadian anak kita, dan bagaimana kita dapat mengolahnya untuk hasil yang maksimal, dan banyak lagi.

Cobalah untuk tidak menghakimi atau menilai, tapi jadilah teman yang baik yang lebih banyak mendengarkan dan mengerti perasaan si anak. Dan nyatakan dengan jujur bahwa apapun yang dirasakannya adalah baik. Kemudian berikan pengertian yang baik terhadap pengalaman itu dengan bahasa yang mudah dan dimengerti anak-anak, supaya jika pemahaman anak keliru terhadap pengalaman itu kita dapat meluruskannya.

Inilah sedikit sharing pengalaman ajaib saya bertanya “how do you feel today ? “ kepada anak saya Raphael yang berusia 7 tahun sebelum ia tidur :

Papi: “Apa yang kamu rasakan hari ini ? “

Raphael: “Saya merasa senang dan sedikit sedih”

Papi: “Apa yang membuat kamu merasa senang dan sedih ? “

Raphael: “Saya senang karena hari ini makan Waffel di AW bersama Mami. Tapi sedih karena Papi tidak ikut…”

Kebetulan saya ada rapat di Lingkungan dekat rumah sehingga tidak bisa ikut makan Waffel malam itu.

Papi: “Papi minta maaf yah, tapi kan Papi gak bisa ikut karena harus rapat. Nanti kalau kita makan Waffel di AW lagi, Papi janji akan ikut”.

 

Saya pribadi sedikit terkejut dengan jawaban anak saya, dimana tidak ikutnya saya makan Waffel adalah sesuatu yang penting untuknya. Dari sini saya mendapat sudut pandang baru untuk lebih berhati-hati saat berjanji dan berusaha menepatinya.

Ayo, coba tanyakan anak Anda “how do you feel today ?” malam ini, dan sharing pengalaman ajaib Anda disini.

Semoga sharing saya bermanfaat.

Leave a Reply

Name *
Email *
Website